BELAJAR CARA EFEKTIF UNTUK BELAJAR
Belajar tentuya menjadi hal yang sangat sulit bagi kita pelajar diera saat ini dimana teknologi yang sangat cangih kita jadi lebih meremehkan belajar itu sendiri karena pertanyan-pertanyaan yang kita pertanyakan tentunya sudah ada diinternet, jadi sebagian orang berfikir belajar tidak penting dan lebih senang menggunakan waktu luang dengan bersantai-santai. Kita ketahui bahwa sekolah diIndonesia selalu mengajarkan apa yang akan dipelajari bukan cara efektif mempelajari sesuatu, dengan menpelajari bagaimana cara belajar kita akan mempunyai alasan kenapa kita harus mempelajari sesuatu, perlu kita ingat bahwa manusia itu berbeda kita memiliki standar kemampuan dan juga cara masing-masing untuk belajar. Namun pengajar biasanya lebih menyukai keseragaman dibandingkan keberagaman, para pengajar tentunya hanya memikirkan bagaimana cara agar anak didiknya mampu menjawab soal-soal.
Setiap individu memiliki gaya masing-masing dalam mempelajari sesuatu, berikut adalah tipe-tipe pembelajar
tipe belajar melalui visual dominasi indra penglihatan,
tipe belajar auditori yakni pendengaran
tipe belajar kinestetik yakni belajar melalui bergerak, gesture atau praktek.
tipe belajar kombinasi seperti audio-visual seperti tayangan youtube tentang tutorial menulis dan membaca jadi membaca lalu ditulis kembali.
tipe belajar ini tidak selalu tentang pelajaran disekolah atau kampus tapi dikehidupan sehari-hari kita ketika menemukan hal-hal baru atau ingin mengetahui seuatu misalnya kita ingin memasak menu baru yang kita sama sekali belum tahu bahan dan cara membuatnya, tipe mana yang akan kita gunakan apakah tipe visual bisa jadi kita membaca buku resep, untuk tipe auditori mungkin kita akan bertanya pada orang yang sudah bisa memasak menu tersebut seperti ibu kita kita menanyakan saran, langkah-langkah dalam membuatnya( mendengarkan orang lain) baru kita akan mencoba, berikutnya tipe audio-visual yakni kita mencari tutorial dalam bentuk video atau tipe kinestik yakni asal coba-coba langsung memprakteknya sendiri. Jadi setiap idividu mempelajari sesuatu dengan cara yang berbeda-beda. Untuk mengetahui tipe mana yang lebih dominan pada diri kita kita biasanya melakukan self check namun tipe belajar ini bisa berubah menjadi kombinasi jadi tidak satu tipe saja yang akan kita gunakan selamanya untuk seumur hidup. Berikut tips jika kamu termasuk dalam tipe-tipe tersebut:
Jika kita pembelajar tipe visual kita harus mempelajari cara membuat resume atau rangkuman yang menarik memadukan gambar dan warna tulisan misalnya mencatat menggunakan stabilo atatu pulpen berwarna karena ini akan membantu kita dalam menginggat jadi kita bisa menvisualisasikan apa yang kita pelajari.
Jika kita pembelajar auditori kita harus merekam apa yang kita baca setelah itu didengarkan kembali, bisa juga dengan tanya jawab seperti saat presentasi.
Jika kita pembelajar kinestik yang merupakan tipe yang mudah bosan maka dalam belajar kita dapat melakukan jeda, kita bisa sambil melakukan aktivitas fisik selama itu tidak menganggu, belajarlah sambil mempraktekkannya.
Kita harus mengetahui tujaun kita mempelajari seuatu dan kebanyakan orang belajar karena terpaksa bukan karena mereka suka atau minati akhirnya materi yag disampaikan tidak benar-benar masuk ke otak ( hilang begitu saja ilmunya) misalnya anak smp-sma yang belajar matematika kompleks hitung-hitungan yang banyak, menghafal rumus tetapi dalam kehidupan sehari-hari kita tidak menggunakannnya. Namun ketika sekolah kita harus bisa menyelesaikan masalah jadi yang dilatih adalah kemampuan problem solvingnya bukan rumusan nya, jadi kita harus menekan kan kita belajar ini untuk meningkatkan level pemikiran kita, misalnya dalam kehidupan sehari-hari kita mempunyai masalah yang kompleks, pemikiran kita sudah terlatih, kita menjadi berfikitr logis, kita lebih terukur dalam mengambil keputusan, lalu sama saja ketika belajar bahasa indonesia padahal itu yang kita lakukan setiap hari ini berguna agar kita disiplin dalam membawa diri, pemilihan
Komentar
Posting Komentar