Label negative tak lepas dari kpopers

 

Dunia kpop tak henti-hentinya menarik perhatian penikmat music dunia baik dari segala aspeknya tak hanya tentang musicnya yang sangat bervariasi serta fresh untuk dilihat mata juga paras tampan nan cantik sang idol yang sangat multitalent , style gaya berpakaian yang tak kalah luput dilirik kaum muda dan dijadikan kiblat fashionnya anak muda, gaya hidup mereka yang dinilai disiplin, bekerja keras, tidak mudah menyerah dalam meraih mimpinya memanglah hal yang patut dicontoh serta diapresisasi dmana ketatnya dunia hiburan Korea, Idol kpop memiliki gambaran kehidupan yang sempurna layak didamba-dambakan banyak orang. Kpop mulai booming di Indonesia sudah satu decade diawali dari Korean hallyu Super Junior, SNSD, dan Big Bang dimana mereka generasi kpop ke 2

Seperti yang kita ketahui fans fanatic tidak hanya ada di dunia kpop, anime, sepak bola  serta genre music lain masih banyak namun kenapa hanya kpop yang dipermasalahkan? terkadang disangkut pautkan dengan agama, dianggap melenceng dan bukan hal positif untuk dijadikan hobi. Lantas mengapa kpopers dianggap hobi yang negative sedangkan kenyataannya banyak sekali yang menyukai kpop. Sebagian orang menganggap kpopers kumpulan orang-orang halu dan tidak punya pekerjaan, yang suka membeli stuff atau printilan kpop tidak berfaedah, mending uangnya buat sedekah, pasti kalian para kpopers pernah mendengar pernyataan tersebut baik dari non kpopers maupun teman sesame kpopers

Apa salahnya menjadi kpopers?

1.)    Fanatisme berlebihan misalnya fans yang dikenal sangat loyal tentang apapun yang menyangkut sang idol dan bersedia mendukung dengan sepenuh hati contohnya membeli stuff baik official maupun unofficial, mendukung setiap sang idol akan comeback misal dengan streaming music videonya serta lagu-lagunya di platform berbayar agar trending dan memenangi show mosic di korea selain itu ketika sang idol ulang tahun fans yang berkumpul untuk membahas akan memberi hadiah apa kepada sang idol misalnya memasang poster-poster mereka di sepanjang stasiun bawah tanah di Seoul, membelikan bintang, tanah atas nama sang idol dan masih banyak lagi, namun tak sedikit juga fandom (kumpulan fans dari satu idola/grup) yang melakukan kegiatan positif demi citra sebagai fandom yang baik yang diharapkan nantinya dibanggakan oleh idolnya dan memberika image baik dari seorang idol tersebut misal ikut serta menyumbangkan dana untuk korban bencana alam, kegiataan cinta alam sepeti penanaman pohon di daerah tertentu dan masih banyak lagi kegiatan positif yang jarang terekspos karena tertutup berita-berita kpop lain yang banyak sekali tiap detiknya.

2.)    Kebanyakan kpopers dinilai egois, keras kepala, ingin menang sendiri dan sulit menerima kritik saran dari orang lain, seperti masalah sepele menjadi heboh ini karena kpopers menang di platform media sosial seperti twitter, instagram misalnya perang menggunakan hastag, dan orang awam non kpopers menganggap ini sebagai tindakan yang tidak perlu dan terkesan lebay dan tidak penting, padahal kenyataanya adu hastag atau juga saling serang di media sosial seperti memberikan komentar-komentar buruk tidak hanya dari kalangan kpopers, banyak artis local yang sering membuat konten yang kontroversial yang terkadang menyinggung kpopers dan memang sengaja memicu pergesekan degan kpopers dan karena memang kpopers di Indonesia sangatlah banyak jadi tidak semua yang memang menanggapi masalah tersebut dengan kepala dingin, apalagi kpopers baru dan masih belum dewasa dan ikut terbawa perasaan dan akhirnya terjadinya war, selain itu televisi yang dipercaya ke valid-annya malah terkadang memberitakan hal-hal yang tidak pasti dan menimbulkan kontroversi demi menaikkan rating itu sendiri.

3.)    Fangirling nomer 1 sampai melupakan kewajibannya, tentu saja sebagai anak muda paling suka dengan zona nyamannya, dimana hiburan korea sangat menyajikan begitu kompleksnya bervariasi yang membuat kita betah untuk menjelajahnya dari mulai, music, kdramanya, variety show yang memang di kemas sedemikian rupa yang pasarnya kebanyakan perempuan, dimana perempuan yang sifatnya ingin menerima yang namanya cinta nah mereka bener-bener bisa memposisikan itu apalagi dengan media platform yang membuat fans bisa berinteraksi dengan idolanya langsung yang memang membuat bahagia serta halu sangat lancar

4.)    Kekompakan fandom yang disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, karena kpopers itu banyak terkadang hanya dengan avatar nama media sosial kpop dan dia memberikan komentar jahat atau membuat konten yang buruk itu menjadikan nama kpopers buruk lagi, padahal setiap fans tentunya memiliki karakteristik berbeda-beda

5.)    Terlalu asyik ngefangirl focus ke idola jadi mengabaikan lingkungan sekitar, tidak lagi bersosial dan asyik mengepoin idol mereka, terkadang fans memang berpikiran bahwa mendukung idol adalah memang kewajibannya misalnya saat kita main bersama teman, tapi saat itu idol kita comeback mau tidak mau kita main sambil streaming dan kadang saking fokusnya kita mengabaikan sekitar kita, namun ngefangirl boleh ya teman-teman tapi kita harus tau tempat dan waktu yaa.. jangan sampai teman kita menjauh karena kita sibuk merhatiin idol nih><

I’M FANGIRL WHAT’S WRONG?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan dan Kebebasan Belajar Saat Pandemi Covid-19

BELAJAR CARA EFEKTIF UNTUK BELAJAR

Efektif Gak Sih Pembelajaran Daring Bagi Mahasiswa?